Seleksi Ketat Tenaga Ahli, Diskominfosan Tekankan Kualitas dan Profesionalisme

Umbulharjo - Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Dinkominfosan) Kota Yogyakarta membuka rekrutmen tenaga ahli untuk Penyedia Jasa Lainnya Orang Perseorangan (JLOP) dan Jasa Konsultasi Perseorangan (JKP). Formasi yang dibuka mencakup Back End Programmer (BE), Analis Bisnis (AB), Pengelola Sistem Informasi Geospasial (IG), Jasa Konsultansi Bidang Telematika SPBE (SE), Jasa Konsultansi Bidang Telematika Data Analyst (DA), dan Jasa Konsultansi Bidang Telematika Data Engineer (DE).
Rekrutmen ini dilakukan secara ketat untuk memastikan agar mendapatkan SDM yang berkompeten secara kualitas dan profesionalisme untuk mendukung keberhasilan transformasi digital.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinkominfosan Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono. Ia juga menegaskan bahwa seleksi ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi untuk mendapatkan SDM yang benar-benar memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan.
"Proses seleksi ini tidak hanya melihat latar belakang pendidikan dan ijazah, tetapi lebih menekankan pada kemampuan teknis dan profesionalisme. Setiap peserta harus memenuhi passing grade minimal agar dapat mengikuti ritme kerja dan memenuhi standar yang ditetapkan," ujar Trihastono saat ditemui di Kantornya, Senin (10/2).
Proses ujian praktik
Pengumuman lowongan dimulai pada 24 Januari 2025, sementara tahapan seleksi akan berlangsung mulai 5 Februari 2025, mencakup tes tertulis, praktik, dan wawancara. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada tanggal 17 Februari 2025.
Kepala Bidang Sistem Informasi dan Statistik Dinkominfosan Kota Yogyakarta, Joko Marwiyanto, menegaskan proses seleksi yang cukup ketat ini diharapkan dapat merekrut tenaga profesional yang tidak hanya memenuhi kriteria secara administratif, tetapi juga memiliki keahlian teknis yang mumpuni, sehingga mampu meningkatkan kualitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Yogyakarta.
"Seleksi dilakukan cukup ketat melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administratif hingg ujian praktik sesuai formasi yang dilamar, seperti pembuatan aplikasi (programming), penyusunan dokumen analisis dan perancangan sistem, hingga pembuatan visualisasi analisis data," jelas Joko.
Proses ujian wawancara
Lebih lanjut, Joko menyebutkan bahwa setiap formasi hanya akan diambil maksimal 20 orang untuk tahap administrasi. Meskipun jumlah pendaftar kurang dari 20 orang per formasi, kelulusan tidak diberikan secara otomatis. Setiap kandidat tetap harus memenuhi syarat administratif, pengalaman kerja yang relevan serta hasil ujian praktik memenuhi passing grade.
"Kami memiliki standar passing grade tersendiri untuk setiap formasi, sehingga kami memastikan hanya yang benar-benar memiliki kompetensi teknis yang akan lolos," tambahnya.
Dengan seleksi ketat ini, Dinkominfosan Kota Yogyakarta berharap mendapatkan tenaga ahli yang siap berkontribusi secara optimal dalam mendukung transformasi digital dan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik yang lebih baik. (Chi)