Kominfo Kabupaten Gianyar Pelajari Strategi Komunikasi Publik di Yogya

 

Umbulharjo - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gianyar melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Dinkominfosan) Kota Yogyakarta pada Jumat (14/3). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem komunikasi publik yang telah diterapkan oleh Dinkominfosan Kota Yogyakarta dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Raka Suryadiputra, menyampaikan bahwa pihaknya ingin memperkuat strategi komunikasi dan kehumasan dengan menggandeng wartawan serta mendorong partisipasi generasi muda dalam dunia jurnalistik.

 

"Kami ingin mempelajari bagaimana Kota Yogyakarta mengelola komunikasi publik, terutama dalam menjalin kemitraan dengan media dan memastikan informasi yang disampaikan berdampak positif bagi masyarakat," ujar Raka Suryadiputra.

 

Peserta Kunker dari Dinkominfo Kabupaten Gianyar Bali

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkominfosan Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono menjelaskan media sosial kini menjadi salah satu kanal utama dalam komunikasi publik. Oleh karena itu, pengelolaan media sosial secara optimal di berbagai platform, seperti Facebook, Instagram, Reels, TikTok, dan lainnya, menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi pemerintah. Kehadiran di berbagai platform ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan upaya untuk memastikan informasi dapat menjangkau masyarakat secara luas.

 

“Di luar pemanfaatan media sosial, Dinkominfosan Kota Yogyakarta juga menekankan pentingnya relasi yang erat dengan media konvensional, khususnya wartawan. Sejak dahulu, Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki tradisi menempatkan wartawan sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi,” ungkapnya.

 

Suasana Kunker

 

Trihastono mengatakan Dinkominfosan Kota Yogyakarta tidak hanya membangun hubungan dengan wartawan dalam konteks profesional, tetapi juga dalam hubungan sosial yang lebih dekat. Misalnya, ketika ada wartawan yang mengalami musibah, seperti sakit atau keluarganya melahirkan, pemerintah daerah hadir memberikan dukungan. Pendekatan ini mencerminkan bahwa hubungan antara pemerintah dan media bukan hanya sebatas kepentingan kerja, tetapi juga membangun ekosistem yang saling mendukung.

 

“Dalam membangun kemitraan dengan wartawan, pemerintah tidak membatasi akses hanya kepada media yang telah terverifikasi atau jurnalis yang telah memiliki sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Siapapun yang ingin belajar menulis dan mendalami dunia jurnalistik diberikan ruang dan fasilitas, baik itu anak muda yang baru belajar menulis buku maupun komunitas bahasa,” kata Trihastono.

 

Kepala Dinkominfosan Kota Yogya dan Kepala Dinkominfo Kab Gianyar

 

Dalam menjalin kerja sama dengan media, pihaknya menyebutkan pemilihan dilakukan secara profesional dan proporsional. Media dengan pengaruh yang lebih luas tentu mendapatkan porsi yang lebih besar, sementara media yang masih berkembang tetap mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan kapasitasnya.

 

“Ketika berbicara tentang kerja sama resmi, tentu ada prinsip dan mekanisme tertentu yang harus diterapkan. Kerja sama ini dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional, termasuk memperhitungkan tingkat pengaruh media tersebut terhadap masyarakat,” katanya.

 

Dinkominfosan turut memberikan fasilitas dan dukungan bagi wartawan yang bertugas, memastikan mereka mendapatkan akses informasi yang akurat dan dapat menyampaikan berita dengan baik. Pemerintah juga terus mendorong wartawan muda dan komunitas penulis untuk lebih aktif menulis tentang lingkungan sekitarnya, seperti cerita dari kampung atau isu-isu sosial lainnya. 

 

“Setiap hari, pintu Dinkominfosan Kota Yogyakarta selalu terbuka bagi mereka yang ingin berdiskusi atau belajar jurnalistik,” tutur Trihastono. (Chi)